Mengenai Saya
- ANOTHER SIDE OF ME
- Falling to my world , my life , my love , my pain . without no fear , with all the tears . the bliss
Minggu, 25 Desember 2011
i love quiin santa paws
who will kiss my head , when i'm lying bed .
and who would hold my hand , who will understand ,
and who will sing my song to me .
who would hold me tight . in the dark of night
and who will brush my hair walk me in my chair .
and who will sing my song to me , now that u're gone
Rabu, 19 Oktober 2011
Diatas koma, dititik akhir
Belakangan terakhir ini berniat ingin mati, sounds weird huh, tp jujur rasanya pengen mati aja gtu . Didunia uda ga aada tujuan yg ingin dicapai, ga ada tanggungan jg . Ibu bapak pun sdh tdk ada . Rasanya kalo mati bs jd bebas , ga ada yg perlu di kwatirin lg , dan gw berfikir gmn yaa caranya mati tp yg g ngerasa skt.
Pertama mau cb tenggelam aja tp nanti jasadd gw ngegembung kan g lucu bgt mati jelek , gw pgn mati cantik gtu seenggaknya .
Trus yg br gw cb yaitu dgn tidak bernafas tp rasanya dada gw sakit bgt gw gak kuat nahannya. di situ gw jd tau rasanya antara hdp dan mati gmn , skt ternyata jantung gw berdegup lambat , rongga paru2 gw rasanya menciut , bnr2 diantara hdp dan mati gw gak kuat. Akhirnya gw bernafas lg .
Skg gw sdg berfikir ngelakuin gmn cara mati yg g skt gtu .
Klo lompat dr ketinggian nanti badan gw hancur kan syg, niat nya klo gw mati bs nyumbangin slh satu dr organ tbuh gw yg mgkn berguna buat org lain tentunya , jd gw g nanggung dosa berat2 bgt gtu . Seenggaknya dosa gw buat bunuh iri berkurang dr pahala gw gtuu , niatnya sihh gtuu tp gw blm nemuin cara mati cepet g skt gmn ni , but soon I'm gonna find it , and then I'll die with smile in my face :)
Pertama mau cb tenggelam aja tp nanti jasadd gw ngegembung kan g lucu bgt mati jelek , gw pgn mati cantik gtu seenggaknya .
Trus yg br gw cb yaitu dgn tidak bernafas tp rasanya dada gw sakit bgt gw gak kuat nahannya. di situ gw jd tau rasanya antara hdp dan mati gmn , skt ternyata jantung gw berdegup lambat , rongga paru2 gw rasanya menciut , bnr2 diantara hdp dan mati gw gak kuat. Akhirnya gw bernafas lg .
Skg gw sdg berfikir ngelakuin gmn cara mati yg g skt gtu .
Klo lompat dr ketinggian nanti badan gw hancur kan syg, niat nya klo gw mati bs nyumbangin slh satu dr organ tbuh gw yg mgkn berguna buat org lain tentunya , jd gw g nanggung dosa berat2 bgt gtu . Seenggaknya dosa gw buat bunuh iri berkurang dr pahala gw gtuu , niatnya sihh gtuu tp gw blm nemuin cara mati cepet g skt gmn ni , but soon I'm gonna find it , and then I'll die with smile in my face :)
Galau
"Galau" is a sign to start asking to deep inside of us that "something needs to be fixed" !
Sometimes, we can see our life better through pains and suffering. "Kegalauan" we may call it, is a seed of wisdom !
If we have a place in our heart for happiness, we should also spare a space for "Galau" as well. Galau is there, to be understood !
So, be galau ! It's much needed in life. We might be able to talk better with ourselves in solitude, in "Galau".. It's much needed.
Because there's a life, there's "Kegalauan". It just makes you alive! Be galau, be creative, be strong !
Sometimes, we can see our life better through pains and suffering. "Kegalauan" we may call it, is a seed of wisdom !
If we have a place in our heart for happiness, we should also spare a space for "Galau" as well. Galau is there, to be understood !
So, be galau ! It's much needed in life. We might be able to talk better with ourselves in solitude, in "Galau".. It's much needed.
Because there's a life, there's "Kegalauan". It just makes you alive! Be galau, be creative, be strong !
Rabu, 07 September 2011
IBU
Dulu itu rutinitas ibu saya ketika bangun di subuh pagi hari adalah mandi berdoa pagi dan membuat kopi susu .
Setelah itu ibu merebuskan air panas untuk saya mandi bersekolah .
Ibu membuatkan saya bekal utk dibawa agar saya tidak mngeluarkan uang jajan ketika bersekolah .
Setelah saya pergi bersekolah ibu saya pergi ke pasar dan membereskan rumah waktu dulu saya tidak memiliki pembantu semenjak ayah saya meninggal dan keadaan ekonomi kluarga saya tidak mencukupi .
Tetapi saya bersyukur memiliki ibu yg berjuang agar saya bisa meneruskan bersekolah , ketika siang hari saya pasti mendapati pesan teks dari ibu saya :
" Kamu sudah makan ? Pulang jam brapa hari ini ? Jgn pulang sore2 yaa , mama sendirian drumahh "
Ketika saya pulang,senang sekali mendapati harum wangi masakan ibu sayaa .
Pulang sekolah yg saya tunggu2 itu adalah agar dpt makan masakan ibu saya .
Masakan ibu saya sangatlah enak,dan pasti ibu saya hanya mau makan menunggu ,saya pulang sekolah dlu , agar bs makan bersama saya dan mengobrol bagaimana ttg hari saya .
Dan saya itu selalu tidur bersama ibu saya semenjak ayah meninggal saya lah yg menemani ibu saya tidur,yg paling saya suka adalah bermanja2 dipelukan ibu saya,rasanya nyaman sekali,tetapi ibu saya suka marah katanya rasanya risih , tetapi saya tetap mnta dikelonin hihi rasanya hidup saya bahagia dan lengkap bersama ibu saya walaupun ayah saya telah dijemput sang khalik terlebih dahulu .
ibu saya selalu berusaha memberikan yg terbaik untuk saya .
Ibu saya selalu berusaha memberikan yg terbaik utk saya dan kakak2 saya,walaupun dia harus berkorban banyak utk itu .
Ketika musim paceklik,ibu saya sampai hanya makan bagian ayam leher agar anak2nya yg bisa makan bagian kesukaaanyaa,kata ibu yg ptg anak2 senang dan bisa kenyang .
Ibu saya selalu rela berkorban untuk saya .
Rela menggadaikan emas2 peninggalan ayah saya,agar saya bisa meneruskan sekolah saya,agar saya bisa membayar uang spp,agar saya dpt mengikuti ujian negara .
Dia rela berjalan kaki ke penggadaian ketika pagi hari dan tidak mau menggunakan kendaraan umum,kata ibu saya sayang uang ongkos bolak baliknya bs digunakan utk belanja ke pasar kata ibu saya .
Padahal dari rumah saya ke penggadaian itu cukup jauh,begitu banyak pengorbanan ibu saya untuk saya .
Ibu saya selalu berpikir keras bagaimana caranya agar saya bisa makan dan memberi saya uang saku agar saya bisa bersekolah dan membayar spp saya .
Hiburan ibu saya satu2nya ketika itu ialah ketika senggang menonton film korea , ibu saya suka sekali menonton film korea judulnya " my destiny " di kbs world , ibu saya selalu tidak mau ketinggalan drama tersebut , tetapi yg menyedihkan adalah ketika kaka saya tidak mempunyai uang lebih utk membayar tv kabel tersebut dan ibu saya tidak dapat menonton acara drama tersebut , sedih rasanyaa .
Tetapi ibu saya hanya diam dan blg , waktu nontonnya kan bisa dganti tidur siang sambil tersenyum .
Pedih rasanya,ketika itu saya hanya dpt menemani ibu saya .
Ketika ibu saya sakit parah dia tidak cerita ke saya maupun kaka saya dia hanya diam menanggung penderitaan sakitnya .
Dia tidak mau ke dokter katanya sayang uangnya,ibu dikerokin jg sudah sembuh ibu saya selalu blg bgtu , hingga pada akhirnya tb2 kulit putih ibu saya berubah menjadi kuning,bagian mata putih ibu saya jg berubah menjadi kuning , dan ketika dpaksa ke rumah sakit dokter tdk tau apa penyakit ibu saya,sampai pd akhirnya kondisi ibu saya menurun drastis dan harus dirawatt di icu .
Pedih rasanya melihat ibu saya terkulai lemas , sikap ibu saya jg berubah menjadi seperti anak kecil yg maarah2 . Sama seperti ketika ayah saya sekarat jg seperti itu .
Saya hanya berharap agar ibu saya tidak akan menyusul ayah saya .
Dan akhirnya setelah di cek lab diketahuilah bahwa ibu saya menderita AH IH + ( sel darah merah ibu saya hancur dimakan sel darah putih sehingga ibu saya harus dtransfusikan darah agar bisa bertahan hiidup )
Transfusi darah itu sangatlah mahal apalagi darah ibu saya langkan A rhesus negatif .
Dan ketika transfusi itu stiap kantong darah harus dibayar 2 kali utk memeriksa apakah darah itu kompatible ato tiidak .
Ibu saya sampai blg baiknya tdk usah tranfusi darah mdg uangnya disimpan .
Ketika ibu saya sekarat pun , ibu saya masih memikirkan ttg anak2nya bkn ttg kesehatannya sendiri .
Dan akhirnya ibu saya memutuskan utk dirawat drmh saja,ia tidak mau membebani saya dan kakak saya ttg biaya rumah sakit padahal keadaanya blm smbuh benar , sampai pd suatu pagi ketika tubuh ibu saya berubah kuning lagi dan matanya ikut berubah menjadi kuning dan badan ibu saya terasa dingin .
Saya panik mas moundy panik .
Dan akhirnya saya membawa ibu saya krumah sakit .
Ketika menuju rs , perjalanan tersendat karena ada keributan pengguna jalan dan mrka berkelahi dtengah jalan , saya kesal dan akhirnya membuka kaca dan saya berteriak " bisa minggir dlu ga si !! Ibu saya sedang sekarat " ketika saya berteriak itu hati saya merasakan ada kejanggalan semacam pertanda sayaa akan kehilangan ibu saya,rasanya aneh sekali tidak bisa digambarkan rasanya hati saya tiba2 dingin dan kosong .
Dan ketika kami melanjutkan perjalanan ibu saya bilang , mon , ndii , ntii mama uda ga kuat , sakit bgt .
Saya hanya bisa menjawab sabar ya ma bentar lg sampai rs .
Ketika sampai rs ibu saya tidak lsg mendapatkan perawatan yg baik dan kamar rs penuh dan ibu saya harus menunggu di ruang ugd dgn byk org yg skt jg , rasanya mengenaskan skli .
Ktika itu hanya ada ruang vvip yg 1 hari harganya 5 juta .
Rasanya sedih sekali tidak mempunyai uang cukup utk perawaatan ibu saya .
Dan pd akhirnya saya mendapati ibu saya koma dan mesti dibawa ke ruang icu .
Ibu saya tidak sadarkan diri lagi , mata ibu saya sudah menerawang jauh .
Ibu saya berpesan mon km nanti kalo dtinggal mama jangan bandel2 ya nurut apa kata mas moundy .cari pendamping hidup yg seiman .
Lalu saya blg mama jgn blg kaya gtu dlu,mama berjuang dong ma , mama masa ga mau liat mounty nikah sama punya anak , nanti yg dipelaminan mounty siapa klo ga adaa mama , masa ud ga ada papa , ga ada mama jg :( , nanti siapa yg ngajarin mounty ngurus anak mounty nanti,masa mama g mau ngerasain pnya cucu dlu maa , mama jgn blg gtu .
Lalu ibu saya hanya menjawab , mama uda ga kuat nty,mama g mau ngerepotin kalian terlalu lamaa .
Lalu ibu saya berpesan kpd mas moundy , ndy km jgn nikah dlu sebelum mounty nikah ya,dia cuma punya km klo mama di panggil yg diatas .
Jaga dan lindungi mounty ya ndi .
Lalu Tak lama setelah itu ibu saya akhirnya dipanggil sang khalik , saya hanya bisa menangis meronta2 .
Rasanya hidup saya hampa seketika , bagaimana nasib saya nanti , bagaimana nasib saya tanpa orangtua saya .
Bagaimana sekolah saya nanti , siapa yg akan membiayai saya nanti .
Rasanya saya saat itu ingin ikut pergi bersama ibu saya saja , saya kalut dan bingung , saya merasa Tuhan tidak adil .
Kenapa Tuhan begitu cepat memanggil orangtua saya , bagaimana hidup saya nanti ? ..
Lalu akhirnya 2 tahun telah terlewati .
Ternyata Tuhan punya rencana dibalik semuanya .
Saya mendapati diri saya dapat hidup meski tanpa orangtua saya .
Saya dapat menjalani hidup saya .
Ya meskipun hidup saya hampa .
Keseharian saya drumah hanyalah seorang diri dikamar tidak ada teman mengobrol atau berbagi .
Hanya ketika saya kuliah dan bermain saya bisa bersama teman2 saya dan tidak sendiri .
Selebihnya ketika plg krumah saya mendapti rumah saya dalam keadaan gelap dan kosong .
Hanya ruang tamu, sofa tua , tv dan kesendirian yg menemani saya , seperti sekarang ini .
Saatnya bercinta dengan angan dan kesendirian seperti sekarang ini.
Setelah itu ibu merebuskan air panas untuk saya mandi bersekolah .
Ibu membuatkan saya bekal utk dibawa agar saya tidak mngeluarkan uang jajan ketika bersekolah .
Setelah saya pergi bersekolah ibu saya pergi ke pasar dan membereskan rumah waktu dulu saya tidak memiliki pembantu semenjak ayah saya meninggal dan keadaan ekonomi kluarga saya tidak mencukupi .
Tetapi saya bersyukur memiliki ibu yg berjuang agar saya bisa meneruskan bersekolah , ketika siang hari saya pasti mendapati pesan teks dari ibu saya :
" Kamu sudah makan ? Pulang jam brapa hari ini ? Jgn pulang sore2 yaa , mama sendirian drumahh "
Ketika saya pulang,senang sekali mendapati harum wangi masakan ibu sayaa .
Pulang sekolah yg saya tunggu2 itu adalah agar dpt makan masakan ibu saya .
Masakan ibu saya sangatlah enak,dan pasti ibu saya hanya mau makan menunggu ,saya pulang sekolah dlu , agar bs makan bersama saya dan mengobrol bagaimana ttg hari saya .
Dan saya itu selalu tidur bersama ibu saya semenjak ayah meninggal saya lah yg menemani ibu saya tidur,yg paling saya suka adalah bermanja2 dipelukan ibu saya,rasanya nyaman sekali,tetapi ibu saya suka marah katanya rasanya risih , tetapi saya tetap mnta dikelonin hihi rasanya hidup saya bahagia dan lengkap bersama ibu saya walaupun ayah saya telah dijemput sang khalik terlebih dahulu .
ibu saya selalu berusaha memberikan yg terbaik untuk saya .
Ibu saya selalu berusaha memberikan yg terbaik utk saya dan kakak2 saya,walaupun dia harus berkorban banyak utk itu .
Ketika musim paceklik,ibu saya sampai hanya makan bagian ayam leher agar anak2nya yg bisa makan bagian kesukaaanyaa,kata ibu yg ptg anak2 senang dan bisa kenyang .
Ibu saya selalu rela berkorban untuk saya .
Rela menggadaikan emas2 peninggalan ayah saya,agar saya bisa meneruskan sekolah saya,agar saya bisa membayar uang spp,agar saya dpt mengikuti ujian negara .
Dia rela berjalan kaki ke penggadaian ketika pagi hari dan tidak mau menggunakan kendaraan umum,kata ibu saya sayang uang ongkos bolak baliknya bs digunakan utk belanja ke pasar kata ibu saya .
Padahal dari rumah saya ke penggadaian itu cukup jauh,begitu banyak pengorbanan ibu saya untuk saya .
Ibu saya selalu berpikir keras bagaimana caranya agar saya bisa makan dan memberi saya uang saku agar saya bisa bersekolah dan membayar spp saya .
Hiburan ibu saya satu2nya ketika itu ialah ketika senggang menonton film korea , ibu saya suka sekali menonton film korea judulnya " my destiny " di kbs world , ibu saya selalu tidak mau ketinggalan drama tersebut , tetapi yg menyedihkan adalah ketika kaka saya tidak mempunyai uang lebih utk membayar tv kabel tersebut dan ibu saya tidak dapat menonton acara drama tersebut , sedih rasanyaa .
Tetapi ibu saya hanya diam dan blg , waktu nontonnya kan bisa dganti tidur siang sambil tersenyum .
Pedih rasanya,ketika itu saya hanya dpt menemani ibu saya .
Ketika ibu saya sakit parah dia tidak cerita ke saya maupun kaka saya dia hanya diam menanggung penderitaan sakitnya .
Dia tidak mau ke dokter katanya sayang uangnya,ibu dikerokin jg sudah sembuh ibu saya selalu blg bgtu , hingga pada akhirnya tb2 kulit putih ibu saya berubah menjadi kuning,bagian mata putih ibu saya jg berubah menjadi kuning , dan ketika dpaksa ke rumah sakit dokter tdk tau apa penyakit ibu saya,sampai pd akhirnya kondisi ibu saya menurun drastis dan harus dirawatt di icu .
Pedih rasanya melihat ibu saya terkulai lemas , sikap ibu saya jg berubah menjadi seperti anak kecil yg maarah2 . Sama seperti ketika ayah saya sekarat jg seperti itu .
Saya hanya berharap agar ibu saya tidak akan menyusul ayah saya .
Dan akhirnya setelah di cek lab diketahuilah bahwa ibu saya menderita AH IH + ( sel darah merah ibu saya hancur dimakan sel darah putih sehingga ibu saya harus dtransfusikan darah agar bisa bertahan hiidup )
Transfusi darah itu sangatlah mahal apalagi darah ibu saya langkan A rhesus negatif .
Dan ketika transfusi itu stiap kantong darah harus dibayar 2 kali utk memeriksa apakah darah itu kompatible ato tiidak .
Ibu saya sampai blg baiknya tdk usah tranfusi darah mdg uangnya disimpan .
Ketika ibu saya sekarat pun , ibu saya masih memikirkan ttg anak2nya bkn ttg kesehatannya sendiri .
Dan akhirnya ibu saya memutuskan utk dirawat drmh saja,ia tidak mau membebani saya dan kakak saya ttg biaya rumah sakit padahal keadaanya blm smbuh benar , sampai pd suatu pagi ketika tubuh ibu saya berubah kuning lagi dan matanya ikut berubah menjadi kuning dan badan ibu saya terasa dingin .
Saya panik mas moundy panik .
Dan akhirnya saya membawa ibu saya krumah sakit .
Ketika menuju rs , perjalanan tersendat karena ada keributan pengguna jalan dan mrka berkelahi dtengah jalan , saya kesal dan akhirnya membuka kaca dan saya berteriak " bisa minggir dlu ga si !! Ibu saya sedang sekarat " ketika saya berteriak itu hati saya merasakan ada kejanggalan semacam pertanda sayaa akan kehilangan ibu saya,rasanya aneh sekali tidak bisa digambarkan rasanya hati saya tiba2 dingin dan kosong .
Dan ketika kami melanjutkan perjalanan ibu saya bilang , mon , ndii , ntii mama uda ga kuat , sakit bgt .
Saya hanya bisa menjawab sabar ya ma bentar lg sampai rs .
Ketika sampai rs ibu saya tidak lsg mendapatkan perawatan yg baik dan kamar rs penuh dan ibu saya harus menunggu di ruang ugd dgn byk org yg skt jg , rasanya mengenaskan skli .
Ktika itu hanya ada ruang vvip yg 1 hari harganya 5 juta .
Rasanya sedih sekali tidak mempunyai uang cukup utk perawaatan ibu saya .
Dan pd akhirnya saya mendapati ibu saya koma dan mesti dibawa ke ruang icu .
Ibu saya tidak sadarkan diri lagi , mata ibu saya sudah menerawang jauh .
Ibu saya berpesan mon km nanti kalo dtinggal mama jangan bandel2 ya nurut apa kata mas moundy .cari pendamping hidup yg seiman .
Lalu saya blg mama jgn blg kaya gtu dlu,mama berjuang dong ma , mama masa ga mau liat mounty nikah sama punya anak , nanti yg dipelaminan mounty siapa klo ga adaa mama , masa ud ga ada papa , ga ada mama jg :( , nanti siapa yg ngajarin mounty ngurus anak mounty nanti,masa mama g mau ngerasain pnya cucu dlu maa , mama jgn blg gtu .
Lalu ibu saya hanya menjawab , mama uda ga kuat nty,mama g mau ngerepotin kalian terlalu lamaa .
Lalu ibu saya berpesan kpd mas moundy , ndy km jgn nikah dlu sebelum mounty nikah ya,dia cuma punya km klo mama di panggil yg diatas .
Jaga dan lindungi mounty ya ndi .
Lalu Tak lama setelah itu ibu saya akhirnya dipanggil sang khalik , saya hanya bisa menangis meronta2 .
Rasanya hidup saya hampa seketika , bagaimana nasib saya nanti , bagaimana nasib saya tanpa orangtua saya .
Bagaimana sekolah saya nanti , siapa yg akan membiayai saya nanti .
Rasanya saya saat itu ingin ikut pergi bersama ibu saya saja , saya kalut dan bingung , saya merasa Tuhan tidak adil .
Kenapa Tuhan begitu cepat memanggil orangtua saya , bagaimana hidup saya nanti ? ..
Lalu akhirnya 2 tahun telah terlewati .
Ternyata Tuhan punya rencana dibalik semuanya .
Saya mendapati diri saya dapat hidup meski tanpa orangtua saya .
Saya dapat menjalani hidup saya .
Ya meskipun hidup saya hampa .
Keseharian saya drumah hanyalah seorang diri dikamar tidak ada teman mengobrol atau berbagi .
Hanya ketika saya kuliah dan bermain saya bisa bersama teman2 saya dan tidak sendiri .
Selebihnya ketika plg krumah saya mendapti rumah saya dalam keadaan gelap dan kosong .
Hanya ruang tamu, sofa tua , tv dan kesendirian yg menemani saya , seperti sekarang ini .
Saatnya bercinta dengan angan dan kesendirian seperti sekarang ini.
Senin, 05 September 2011
in my heart is where i will keep you mom,dad
ya Tuhan Yesus .
walaupun saya tidak bisa diizinkan lagi bersama orangtua saya didunia nyata .
setidaknya izinkanlah saya bisa bersama orangtua saya didalam mimpi saya ya Tuhan.
amin .
walaupun saya tidak bisa diizinkan lagi bersama orangtua saya didunia nyata .
setidaknya izinkanlah saya bisa bersama orangtua saya didalam mimpi saya ya Tuhan.
amin .
DEAR GOD
dear God ..
what is my purpose of life ?
how should i do to find it ??
once i found it , will i become stronger ?
oh noooo , my mind is blank .
a strange sound kept ringing in my head .
what sound is that ??
Ahhh i know .
its the sound of emptyness .
what is my purpose of life ?
how should i do to find it ??
once i found it , will i become stronger ?
oh noooo , my mind is blank .
a strange sound kept ringing in my head .
what sound is that ??
Ahhh i know .
its the sound of emptyness .
Rabu, 27 April 2011
@jemarimenari
Matamu masih keteduhan yang sama, hanya saja kini tanpa aku di bawahnya.Jangan biarkan hatimu tertidur terlalu lelap, sekalipun pada dekap yang paling lekap.Senja, jagalah sepenuh hati, sajak yang kupinjamkan tadi; kembalikanlah padaku, suatu hari nanti. Rinduku tak mau mengganggu; ia hanya ingin sejenak pulang ke pelukanmu. kita, sepasang doa yang saling menjaga .Aku ingin kaujaga sebaik sebuah rahasia, dan kauhayati sedalam sebuah puisi. Jadilah pantai tempat jiwaku merebah tanpa takut, bukan sungai yang dapat membawaku hanyut.
Ada sesuatu dalam hatiku yg bermain ke tubuhmu di tiap pertemuan kita, lalu tertinggal di sana tanpa sengaja. Aku hanya akan butuh sedikit waktu, untuk melepaskanmu yang tersangkut di ujung jarum jam dindingku. Berjagalah pada sunyi, agar selalu bisa kau fahami rinduku, yang tak seorang pun tahu, kecuali dirimu. aku tiba-tiba di langit, jadi layangan, ditarik-ulur kenangan. Hatimu rumah paling teduh bagi rinduku; sejauh apapun bertualang, ke sanalah ia akan pulang.
Ada sesuatu yg ditinggalkan jejak-jejak sepatumu, sebagai rindu, kuikuti: hingga jarak menyembunyikanmu. Terkadang aku ingin pergi meninggalkanmu, hanya untuk tahu apakah kau akan menarik tanganku. Pada bayangan di cermin kubilang aku tak merindukanmu -- lalu hidungnya memanjang sedikit. Kelak kenangan tentang kau dan aku, yang tengah ditanam waktu, akan menjadi taman yang selalu kita singgahi.
Pagi ini, sepasang burung merpati yang kita rawat dan pelihara bersama, telah kulepaskan dari sangkarnya. Ketika sebuah cinta nyaris pecah di angkasa, selalu ada anak kecil menangis ketakutan, berpegangan pada talinya. Jika kau pergi mungkin aku akan buta, sayang; sebab mataku lebih suka tinggal di dalam kedua matamu. Cintaku penyair bisu, sayang; dengan sajak-sajak terindah tentangmu yang tak mampu kuterjemahkan.
Namamu telah menuliskan dirinya di garis tanganku, entah sebagai masa depan, atau sesuatu yang akan kukenang. Melapanglah, hatiku, agar kenangan yang paling pahit pun, yg datang bersamanya, tak akan pernah menyesakkanmu.
Ada sesuatu dalam hatiku yg bermain ke tubuhmu di tiap pertemuan kita, lalu tertinggal di sana tanpa sengaja. Aku hanya akan butuh sedikit waktu, untuk melepaskanmu yang tersangkut di ujung jarum jam dindingku. Berjagalah pada sunyi, agar selalu bisa kau fahami rinduku, yang tak seorang pun tahu, kecuali dirimu. aku tiba-tiba di langit, jadi layangan, ditarik-ulur kenangan. Hatimu rumah paling teduh bagi rinduku; sejauh apapun bertualang, ke sanalah ia akan pulang.
Ada sesuatu yg ditinggalkan jejak-jejak sepatumu, sebagai rindu, kuikuti: hingga jarak menyembunyikanmu. Terkadang aku ingin pergi meninggalkanmu, hanya untuk tahu apakah kau akan menarik tanganku. Pada bayangan di cermin kubilang aku tak merindukanmu -- lalu hidungnya memanjang sedikit. Kelak kenangan tentang kau dan aku, yang tengah ditanam waktu, akan menjadi taman yang selalu kita singgahi.
Pagi ini, sepasang burung merpati yang kita rawat dan pelihara bersama, telah kulepaskan dari sangkarnya. Ketika sebuah cinta nyaris pecah di angkasa, selalu ada anak kecil menangis ketakutan, berpegangan pada talinya. Jika kau pergi mungkin aku akan buta, sayang; sebab mataku lebih suka tinggal di dalam kedua matamu. Cintaku penyair bisu, sayang; dengan sajak-sajak terindah tentangmu yang tak mampu kuterjemahkan.
Namamu telah menuliskan dirinya di garis tanganku, entah sebagai masa depan, atau sesuatu yang akan kukenang. Melapanglah, hatiku, agar kenangan yang paling pahit pun, yg datang bersamanya, tak akan pernah menyesakkanmu.
Langganan:
Komentar (Atom)
